SEMARANG, (Repronews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penghapusan praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah melalui penguatan peran seluruh ekosistem pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat membuka Konferensi Anak Kota Semarang Tahun 2026 di Balai Kota Semarang, Rabu (22/7).
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 anak dari berbagai latar belakang itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa keberhasilan Kota Semarang tidak hanya diukur dari capaian predikat Kota Layak Anak (KLA), tetapi dari sejauh mana anak-anak benar-benar merasakan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.












