Selama proses tersebut, mikroorganisme bekerja menguraikan bahan organik sekaligus menghasilkan gas. Karena itu, wadah fermentasi perlu dikelola dengan baik untuk mengantisipasi tekanan yang terbentuk di dalam wadah.
“Karena itulah wadah fermentasi memerlukan ruang untuk melepaskan tekanan, baik melalui botol pelepas gas maupun dengan membuka tutup wadah secara berkala apabila menggunakan wadah biasa,” jelas Selin.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat Dusun Kaliduren untuk menerapkan pengelolaan limbah organik secara mandiri. Eco enzyme diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah yang mudah, murah, dan berkelanjutan.
Menurut Selin, kegiatan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.












