Pencatutan nama pejabat dan instansi pemerintah disebut menjadi salah satu modus yang ditemukan. Nama dan foto seseorang dapat digunakan, sementara pesan melalui WhatsApp dibuat seolah-olah berasal dari pejabat atau pihak yang dikenal penerima.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru meneruskan informasi yang diterima, terutama jika sumbernya tidak jelas.
“Ketika menerima informasi yang meragukan, kita perlu berhenti sejenak. Periksa sumbernya, cari pembanding, dan lakukan konfirmasi melalui kanal-kanal resmi,” kata Agustina.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal Jaga Fakta Kota Semarang ketika menemukan informasi yang diragukan kebenarannya.
Kanal tersebut disiapkan untuk membantu pemeriksaan informasi sekaligus memberikan klarifikasi terhadap kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Tantangan Baru di Era Kecerdasan Buatan
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut membuat tantangan dalam mengenali informasi palsu semakin kompleks.












