Pada usia 15 hingga 16 tahun, ia melahirkan sejumlah puisi yang kemudian dianggap sebagai karya klasik, di antaranya Le Dormeur du Val dan Ma Bohème.
Di masa yang sama, ia juga beberapa kali melarikan diri dari rumah dan bahkan sempat ditahan karena bepergian tanpa tiket kereta sebelum dibebaskan berkat bantuan gurunya, Georges Izambard.
Sikap pemberontakan terhadap norma sosial dan sastra inilah yang kemudian menempatkan Rimbaud sebagai salah satu pelopor puisi modern dan simbolisme.
Perubahan Besar di Hindia Belanda
Sementara Eropa dilanda perang, Hindia Belanda juga memasuki babak baru.
Pada 1870, pemerintah kolonial memberlakukan Undang-Undang Agraria yang membuka kesempatan bagi perusahaan swasta asing menyewa lahan dalam jangka panjang. Kebijakan tersebut mengakhiri era Sistem Tanam Paksa dan menjadi awal Politik Pintu Terbuka.
Perubahan itu mendorong berkembangnya perkebunan tebu, kopi, tembakau, hingga karet di Pulau Jawa. Bersamaan dengan itu, pembangunan jaringan kereta api dipercepat untuk mengangkut hasil perkebunan menuju pelabuhan ekspor.












