“MTQ Nasional bukan hanya tentang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Ini adalah momentum perjumpaan. Kita mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan budaya lokal,” ujar Agustina usai menghadiri Residensi Silang Rimbaud, Kamis (10/9).
Menurutnya, para kafilah dan tamu yang datang diharapkan tidak hanya mengikuti rangkaian perlombaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman tentang keramahan, keberagaman, sejarah, dan karakter Kota Semarang.
Salah satu yang akan menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan MTQ adalah Nostalgia Mini Dugderan.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Kauman pada 13 hingga 18 September 2026.
Nuansa pasar rakyat akan dihadirkan untuk menghidupkan kembali atmosfer Dugderan, tradisi khas Semarang yang selama ini lekat dengan momentum menyambut Ramadan.
Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner lokal, seperti kue putu dan martabak. Berbagai mainan tradisional, termasuk gerabah dan kapal othok-othok, juga akan menghiasi kawasan tersebut.












