“Kita ingin Al-Qur’an hadir melalui kompetisi, seni, literasi, kreativitas, dan kegiatan yang dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu agenda yang juga membawa nuansa seni Islami adalah Lomba Rebana Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).
Bagi Agustina, rebana bukan sekadar pertunjukan musik. Seni tersebut merupakan bagian dari tradisi keislaman yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Melalui lomba tingkat nasional tersebut, Semarang ingin membuka ruang bagi kelompok-kelompok rebana dari berbagai daerah untuk bertemu, berkreasi, sekaligus mempererat silaturahmi.
“Rebana adalah bagian dari tradisi keislaman yang tumbuh kuat di tengah masyarakat. Melalui Lomba Rebana Tingkat Nasional, kita ingin memberikan ruang bagi seni Islami untuk berkembang sekaligus mempertemukan kelompok-kelompok dari berbagai daerah,” tuturnya.












