Tak berhenti pada tradisi Dugderan, semarak MTQ juga akan merambah ruang seni, literasi, dan kreativitas.
Sejumlah kegiatan seperti Pameran Kaligrafi Internasional, Festival Kaligrafi, Lomba Cerpen, Lomba Mewarnai, Lomba Bacaan Surat Pendek, kegiatan musik untuk anak-anak, serta berbagai pertunjukan seni disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pendukung MTQ Nasional XXXI.
Keterlibatan pelajar, anak-anak, seniman, komunitas, dan masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Pemerintah Kota Semarang ingin atmosfer MTQ dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh para peserta dan pendamping kafilah.
“MTQ harus menjadi milik bersama. Anak-anak, pelajar, seniman, komunitas, masyarakat, dan para kafilah dari berbagai daerah semuanya harus bisa merasakan semangat MTQ,” ungkap Agustina.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat hadir dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat.












