Nasional

Semarak MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Semarang Padukan Tradisi Dugderan dan Seni Islami

35
×

Semarak MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Semarang Padukan Tradisi Dugderan dan Seni Islami

Sebarkan artikel ini

Suasana itu kemudian mencapai puncaknya melalui Kirab Budaya Mini Dugderan pada Jumat (18/9).

Prosesi kirab diawali dengan pembacaan Suhuf Halaqah dan pemukulan bedug. Setelah itu, masyarakat akan diajak mengikuti tradisi pembagian roti Ganjel Rel.

Yang menarik, kirab tersebut tidak hanya menampilkan satu warna budaya. Barisan Pecinan, Barisan Koja, pertunjukan Barongsai Semarangan hingga keterlibatan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) akan turut mewarnai parade.

Bagi Agustina, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang ingin ditampilkan Semarang kepada para tamu dari berbagai daerah.

“Kota Semarang punya Dugderan, punya kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam. Ini yang ingin kita tampilkan. Kita menyambut saudara-saudara dari seluruh Indonesia dengan budaya kita, tetapi tetap dalam semangat persaudaraan dan nilai-nilai keislaman,” katanya.