“ Ada silaturahmi, ada kreativitas, dan ada semangat untuk bersama-sama menjaga tradisi,” imbuh Agustina.
Beragam agenda tersebut menjadi cara Semarang menghidupkan MTQ Nasional XXXI di berbagai ruang kota. Tradisi lokal, seni Islami, literasi, hingga kreativitas masyarakat dirangkai menjadi satu kesatuan untuk menyambut para tamu Nusantara.
Bagi kota yang dikenal dengan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakatnya, MTQ menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Agustina pun mengajak masyarakat Semarang untuk ikut meramaikan berbagai kegiatan selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
“Kami ingin MTQ Nasional XXXI meninggalkan kesan yang baik. Semarang adalah kota yang religius, terbuka, kaya budaya, kreatif, dan ramah kepada siapa pun,” katanya.












