“Dari laporan yang kami terima, manfaat itu sudah ada. Kami hanya perlu menyempurnakan aturan agar lebih fleksibel ke depan,” imbuhnya.
Manfaat Nyata di Tingkat Lingkungan
Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat sejumlah dampak konkret sepanjang 2025.
Di antaranya peningkatan frekuensi dan kualitas kegiatan posyandu, berkat dukungan dana operasional untuk pembelian alat dan penyediaan makanan tambahan bagi balita.
Selain itu, program ini juga mendorong revitalisasi budaya gotong royong. Banyak RT kini rutin menggelar kerja bakti dengan perlengkapan yang lebih memadai, seperti alat kebersihan dan perbaikan fasilitas umum.
BOP RT juga digunakan untuk mendukung program prioritas “Semarang Bersih”, termasuk pemilahan sampah dari sumber, perawatan saluran air skala kecil, serta pengurangan titik rawan banjir di lingkungan warga.
Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Sutriyoso, mengaku merasakan langsung dampak tersebut.












