Salah satu poin yang dikaji adalah fleksibilitas penggunaan dana, termasuk kemungkinan untuk mendukung perbaikan infrastruktur kecil seperti drainase lingkungan.
“Kami menyerap aspirasi warga. Ada usulan agar dana bisa digunakan untuk material seperti pasir atau semen. Ini sedang kami kaji, tentu dengan tetap memperhatikan batas kewenangan,” ujarnya.
Dengan serapan tinggi, respons positif masyarakat, serta komitmen pemerintah untuk memperbaiki regulasi, program BOP RT di Semarang dinilai mulai menunjukkan hasil sebagai investasi sosial berbasis komunitas, meski evaluasi jangka panjang tetap diperlukan.***
Sumber : Humas Pemkot Semarang












