“Dengan adanya BOP, kami bisa membeli perlengkapan kerja bakti dan mengadakan lomba kebersihan antar-RW. Warga jadi lebih antusias,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ketua RT 03 RW 05 Kecamatan Ngaliyan, Wahab Sya’roni. Ia menilai kegiatan posyandu kini lebih teratur. “Bayi dan balita rutin ditimbang. Ibu-ibu juga lebih aktif,” katanya.
Serapan 95,6 Persen
Pemkot mencatat tingkat serapan program mencapai 95,6 persen atau 10.157 dari total 10.621 RT.
Menurut Agustina, angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan dan penerimaan masyarakat terhadap program ini.
Hanya sekitar 4,4 persen RT yang tidak memanfaatkan dana, sebagian besar karena memiliki kas mandiri yang mencukupi.
Sementara sisa anggaran yang tidak terserap tercatat sekitar Rp5,46 miliar atau 2,1 persen dari total alokasi.
“Jika program ini tidak bermanfaat, tingkat penolakannya pasti lebih tinggi. Fakta bahwa 95,6 persen RT memanfaatkan dana ini adalah bukti paling nyata,” ujarnya.












