Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas UMKM.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung SDGs tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Upaya itu dilakukan melalui efisiensi penggunaan bahan baku sekaligus meminimalkan limbah pangan dalam proses produksi tahu.
“Kegiatan ini juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) ke-5, yakni perguruan tinggi harus menunjukkan hasil kerja dosen yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pendampingan tersebut, Tim PkM USM memberikan solusi berupa penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Salah satunya melalui bantuan mesin pemeras bubur kedelai dengan sistem sentrifugal atau mekanis yang ditujukan untuk meningkatkan rendemen tahu.












