BeritaRegional

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang Beri Pendampingan UMKM Tahu Iqbal Kudus

7
×

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang Beri Pendampingan UMKM Tahu Iqbal Kudus

Sebarkan artikel ini

“Melalui penggunaan mesin pemeras bubur kedelai, proses ekstraksi diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, produktivitas dapat meningkat dan tenaga pekerja dapat lebih dioptimalkan,” jelasnya.

Tidak hanya persoalan teknis produksi, Tim PkM USM juga menemukan kendala pada aspek manajemen persediaan bahan baku.

UMKM Tahu Iqbal belum memiliki sistem pengelolaan stok bahan baku yang terdokumentasi secara sistematis. Pembelian kedelai dan bahan bakar masih dilakukan secara reaktif tanpa didukung perhitungan persediaan pengaman atau safety stock yang memadai.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dua persoalan. Di satu sisi, terjadi penumpukan stok yang berisiko mengalami kerusakan serta menyebabkan modal tertahan. Di sisi lain, kekurangan bahan baku dapat menyebabkan proses produksi terpaksa berhenti sementara.

“Pencatatan keluar-masuk barang juga belum terdokumentasi secara rapi, sehingga menyulitkan dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi,” ungkap Wawan.