Selain bantuan peralatan, tim juga memberikan pendampingan dalam sistem manajemen stok dengan menggunakan metode pencatatan sederhana dan terstruktur.
Wawan menjelaskan, selama ini proses pengolahan tahu di UMKM Tahu Iqbal masih dilakukan dengan metode sederhana. Kondisi tersebut terjadi mulai dari proses pencucian kedelai hingga teknik steaming atau pengukusan bubur kedelai untuk mengekstrak sari kedelai.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan sejumlah kendala dalam proses produksi. Pertama, sari kedelai belum dapat diekstrak secara maksimal sehingga ampas tahu masih memiliki kadar air cukup tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya rendemen tahu yang dihasilkan.
Kedua, proses pemerasan yang masih dilakukan secara manual membutuhkan waktu relatif lama dan menguras tenaga pekerja. Beban fisik tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan dan berdampak terhadap konsistensi jumlah produksi setiap harinya.












