Bangun Hubungan Asmara untuk Menjebak Korban
Kombes Pol. Himawan mengungkapkan, para pelaku menggunakan modus Pig Butchering atau yang dikenal sebagai gabungan penipuan asmara (love scamming) dan investasi palsu.
Pelaku terlebih dahulu membuat akun media sosial menggunakan identitas palsu untuk mendekati korban.
Setelah berhasil membangun hubungan emosional dan memperoleh kepercayaan korban, mereka mulai menawarkan investasi yang diklaim mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Korban dibuat percaya bahwa mereka sedang menjalin hubungan personal. Setelah korban merasa dekat secara emosional, pelaku mulai mengarahkan korban untuk berinvestasi pada platform yang mereka kendalikan,” jelasnya.
Untuk memperkuat tipu daya tersebut, para pelaku menyiapkan foto dan video model perempuan cantik yang digunakan sebagai identitas palsu.












