“Mereka memperkenalkan diri sebagai perempuan menggunakan foto model. Padahal sebagian besar pelaku yang menjalankan komunikasi adalah laki-laki,” jelasnya.
Di atas marketing terdapat empat leader yang bertugas menyediakan perangkat komunikasi, memberikan arahan operasional, mengawasi anggota, serta mengendalikan platform investasi palsu agar korban tidak dapat menarik dana yang telah disetorkan.
Selain itu terdapat seorang mantan artis berinisial F yang berperan sebagai model untuk video call dengan korban dan seorang tersangka berinisial ASC yang berperan menyediakan sarana dan prasarana operasional kejahatan.
Gandeng Imigrasi Amankan WNA
Karena melibatkan warga negara asing, Ditressiber Polda Jateng bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah dalam proses pengamanan para pelaku.
Kepala Kantor Wilayah (KAKANWIL) Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama Polda Jateng dalam mengungkap kasus tersebut.












